Follow by Email

Menu


Yang namanya jajanan tradisional itu emang gak ada matinya. Mulai dari yang rasanya manis maupun gurih semuanya mempunyai rasa yang khas dan berbeda. Jajanan ini merupakan favorit saya. Memakan jajanan - jajanan sejenis ini selalu membuat saya seperti kembali ke masa kecil saya, dimana ibu selalu membelikan berbagai jajanan tradisional untuk sarapan maupun teman minum teh. Kebersamaan dan kehangatan bersama orang tua dan kelima kakak saya, membuat saya merindukan kembali masa - masa seperti dulu. Bicara tentang jajanan tradisional, kebetulan sekali di rumah punya stock rebung (tunas bambu muda). Timingnya pas banget, pas sore hari, pas hujan, pas lapar... Hehehee... Sebelumnya hunting dulu beberapa bahan yang gak ada di rumah yaitu udang rebon, sementara bahan yang lainnya lengkap sebagai persediaan di dapur. Setelah semua bahan lengkap, cuss eksekusi resep dengan semangat. Berikut resep... 

Bahan Kulit
  • 250 gram tepung terigu 
  • 125 gram tepung beras 
  • 3 butir telur utuh 
  • 750 ml air 
  • 2 sdm margarin leleh 
  • Garam secukupnya 
  • Kaldu ayam bubuk secukupnya 
Bahan Isi
  • 250 gram Rebung, rajang halus / cincang kasar, rebus 1 jam dengan sedikit garam hingga bau pesingnya hilang, angkat dan cuci bersih. 
  • 150 gram wortel, rajang halus 
  • 100 gram daun bawang, rajang kasar 
  • 100 gram Dada ayam, rebus, cincang 250 gram Udang, bersihkan 
  • 25-30 gram Ebi, rendam dengan air panas, ules halus 
  • 5 buah Bawang putih, haluskan 
  • 1 sdt Merica (atau sesuai selera)
  • 1-2 sdm Saos tiram 
  • 4 sdm Kecap manis 
  • Garam secukupnya 
  • Gula secukupnya 
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis 
  • Air sedikit 
Bahan Saos
  • Minyak goreng secukupnya untuk menumis 
  • 3 siung bawang putih, haluskan 
  • 5 sdm tauco manis 
  • 2 sdm saos tomat 
  • 2 sdm saos sambal 
  • 2 sdt gula pasir/brown sugar/gula merah 
  • 1/2 sdt merica bubuk 
  • Garam secukupnya 
  • 250 ml air 
  • 1 sdm maizena, larutkan dengan 2 sdm air. 
Bahan pelengkap
  • Lombok rawit 
  • Bawang daun yang kecil batangnya, bersihkan 
Cara membuat


  1. Campur tepung terigu, tepung beras, garam, kaldu bubuk, dan beri separo air, aduk hingga rata. Masukkan telur aduk rata, tambahkan sisa air, masukkan margarin leleh, aduk rata. Saring agar kulit tidak bergerindil ketika didadar. 
  2. Panaskan wajan dadar teflon, masukkan 1 sendok sayur adonan, buat menjadi dadar. 
Isi
    1. Tumis bawang putih dan merica dengan sedikit minyak hingga harum. 
    2. Masukkan ebi, udang dan ayam cincang, masak hingga berubah warna. 
    3. Masukkan rebung, wortel masak hingga setengah matang. 
    4. Bumbui dengan kecap, garam, gula. Beri sedikit air bila perlu agar sayuran empuk dan bumbu meresap (tidak pakai air juga tidak apa - apa karena rebung akan berair ketika dimasak), Tambahkan saos tiram. 
    5. Aduk rata aduk2. Tes cicip. Biarkan sampai air habis dan bumbunya meresap, matikan kompor. 
    6. Dinginkan sebelum dipakai (jika dipakaikan dalam keadaan panas, kulit lumpia akan pecah/ robek). 
    Penyelesaian
    • Masukkan 1 sdm adonan isi, lipat kulit lumpia seperti amplop. 
    • Hidangkan dengan cabe rawit, saos coklat dan bawang daun. 


    Catatan
    Resep di atas bisa menjadi 30 - 35 biji lumpia basah dengan ukuran kulit dadar kurang lebih 18cm dan isi 1 sdm munjung. 


    0


    Kue ini adalah kue favorit saya sewaktu kecil dulu. Ibu sering membelikan  kue ku dan mendut untuk saya ketika sedang berbelanja sayur di penjual sayur keliling. Entah kenapa saya suka sekali dengan kue yang terbuat dari tepung ketan dengan macam - macam isian. Menurut saya rasanya enak sekali, ada rasa manis dan lengket sehingga membuat saya sangat menyukainya. Tidak sulit membuat kue ini karena semua bahan bisa kita dapatkan di sekitar kita dan cara pembuatannya pun sangatlah mudah.  Kue ini masih banyak dijual di pasar tradisional maupun penjual makanan matang saat ini. Terkadang kue ini dijadikan isian snack box dan hantaran. Kue ini bisa dibentuk apa saja sesuai selera dan kebutuhan. Ada juga yang membuatnya dengan bentuk buah - buahan mungil yang sangat lucu. Kue ini dikenal dengan Kue Angku atau Kue Tok, karena cara membuatnya dengan cara diketuk dari cetakannya. Untuk lebih jelasnya marilah kita baca resepnya di bawah ini. 



    Bahan Isi
    • 250 gr kacang hijau kupas, direndam minimal 1 jam. 
    • 100 gr gula pasir. 
    • 300 ml santan dari ½ butir kelapa. 
    • ½ sdt garam. 
    • 2 lembar daun pandan. 
    Bahan Kulit
    • 200 gr tepung ketan. 
    • 50 gr gula halus. 
    • 75 gr kentang kukus, haluskan panas - panas. 
    • 1 sendok makan minyak goreng. 
    • 140 ml santan dari ¼ butir kelapa (saya pakai santan Kara). 
    • ½ sendok teh garam. 
    • minyak untuk mengoles. 
    • pewarna makanan merah. 
    • daun pisang secukupnya. 

    Cara Membuat :

    Bahan Isi :
    1. Kukus kacang hijau hingga matang, lalu haluskan. 


    Kacang hijau kupas siap kukus
    2. Masak kacang hijau halus, gula, santan , garam dan daun pandan sambil terus diaduk hingga berbentuk pasta dan bisa dipulung, dinginkan. 
    Adonan isi siap digunakan
    Bahan Kulit
    1. Aduk dan uleni bahan kulit hingga kalis, beri pewarna merah. 

    adonan kulit

    2. Pulung adonan berbentuk bulat. 
    3. Taburi cetakan dengan tepung ketan atau olesi dengan minyak goreng.

    cetakan kue angku
      4. Ambil sebagian adonan pipihkan, beri adonan isi yang sudah dibulatkan, tutup dan bulatkan kemudian tekan - tekan hingga memenuhi cetakan. 
      5. Balikkan cetakan sambil di ketuk ketuk hingga kue keluar, letakkan diatas potongan daun pisang. 
      Kue siap dikukus

      6. Lalu kukus selama 10 menit. Selama dikukus , tutup kukusan harus selalu dibuka tutup setiap 2 menit sekali. Steam for 10 minutes. 
      7. Angkat lalu olesi kue dengan minyak goreng tipis tipis. 



      Catatan
      • Selama pengukusan tutup kukusan harus selalu dibuka tutup, supaya bentuk kue tetap bagus atau tidak menggembung. 
      • Kue harus dioles minyak setelah matang supaya warnanya mengkilap dan permukaan kue tetap empuk/tidak kering. 
      • Penggunaan kentang kukus bisa diskip, karena fungsi dari kentang adalah agar kue tetap empuk dan lembut meskipun sudah dingin. 
      • Beri jarak agak lebar ketika mengukus kue agar ketika dikukus kue yang mengembang tidak saling menempel satu sama lain. 












      0

      Kue yang satu ini adalah favorit saya. Rasanya yang moist dan nyoklat membuat saya pengen nambah lagi dan lagi. Berapa kali? Ratusan.., Lebih!! Hahahahaa, berasa jadi model iklan wafer coklat aja. Yang pasti rasanya memang enak karena saya adalah salah satu penggemar coklat. Resep kue ini saya dapat dari kakak perempuan saya yang juga hobby memasak dan baking. Buat anda yang ingin usaha jualan kue, bronis kukus ini adalah salah satu pilihan yang bisa digunakan sebagai varian isian snack box ataupun cake hantaran dengan harga yang sangat terjangkau. Berikut resepnya.



      BROWNIES KUKUS EKONOMIS (STEAMED BROWNIES)

      Bahan A
      • 4 butir telur. 
      • 1 sdt emulsifier (sp/tbm/ovalet). 
      • 150 gram gula. 
      Bahan B
      • 100 gram terigu protein sedang. 
      • 40 gram coklat bubuk. 
      • 1 sdt baking powder. 
      • garam secukupnya. 
      Bahan C
      • 150 ml minyak goreng. 
      • 100 ml susu kental manis coklat. 
      • pasta coklat secukupnya. 
      Bahan D
      • Meises untuk lapisan. 
      Cara membuat
      1. Kocok bahan A dengan menggunakan mixer, sampai mengembang dan kental, ciri - cirinya warna putih dan kental berjejak. 
      2. Masukkan bahan B yang telah diayak, aduk rata. 
      3. Masukkan bahan C, aduk rata. 
      4. Tuang separuh adonan dalam loyang 18 cm, kukus 10 menit, taburi bahan D. 
      5. Tuangkan sisa adonan, kukus sampai matang (sekitar 30 menit). 

      Catatan
      • Penggunaan emulsifier bisa diskip asal kocokan telur benar-benar kental berjejak. Kocokan telur yang kental berjejak tanpa emulsifier bisa didapatkan bila menggunakan telur yang benar - benar segar. 
      • Bila tidak memakai emulsifier, disarankan adonan tidak menunggu atau langsung dikukus semua agar adonan tidak ambles/kempes. 


      0

      Ini pesenan birthday cake dari beberapa customer. Dengan base cake blackforest dengan beberapa dekorasi cake sesuai permintaan customer. Blackforest cake ini yang paling sering aku buat dan dipesan customer. Malah ada yang pernah pesan cake ini kemudian seminggunya lagi dia repeat order dengan cake yang sama. Katanya "baru kali ini makan kue ulang tahun enak banget." Hmmm, mbaknya belum nyoba cake yang lain rupanya. Kalo udah nyoba pasti malah ketagihan lagi. Hahahahaa...


      b'day cake AURORA
      Cake yang satu ini dipesan sesuai permintaan customer untuk anaknya Aurora yang berumur 8 tahun dengan tema Hello Kitty. Katanya Aurora ini gak suka sama butter cream, makanya kuenya aku frosting pake coklat dan sedikit banget butter creamnya.

      b'day cake YUDHI
      Kalo kue yang satu ini repeat order dari mbak Rani buat anaknya Yudhi yang berumur 10 tahun dengan tema roller skate. Hmm, katanya kuenya dimakan sendiri aja, sayang banget kalau dibagi - bagi karena enak banget. Hadeewww....

      b'day cake YANTI
      Sedangkan kue yang satu ini dipesan untuk mbak Yanti teman satu klubnya mbak Rani. Ini nih yang bilang kalo baru kali ini makan kue ultah kok enak banget. Dan akhirnya doi repeat order lagi blackforest b'day cake buat anaknya.

      b'day cake bapak WAGIMIN
      Nah, kalo yang ini cake pesenan mbak Chusnul buat bapak mertuanya. Karena bapak mertuanya sedang sakit, makanya dikasih kejutan ulang tahun dengan kue ini biar senang hatinya. Beliau senang sekali karena kuenya cantik dan enak. Terus ibu mertua jadi jealous pengen dikasih kue kayak gitu juga. Mari diorder aja, bukkkk... Qiqiqiiqi
      0

      Barusan kemarin dapat orderan red velvet cake buat ulang tahun temen sekelasnya Saucha yang ke - 5. Lumayan refresh juga setelah sekian lama gak bikin red velvet cake ini. Sekalinya dapat orderan red velvet langsung semangat capcuss ke TBK buat beli bahan - bahannya. Muterin supermarket nyari bit root, nyari cream cheese ke semua tbk cuman buat bedain harganya aja. Xiixxixiii. Pada akhirnya pilihan jatuh ke cream cheese merk Anchor yang harganya agak sedikit miring dibanding lainnya. Heehehheee, maklum bakulan kayak gini nyari untungnya cuman sedikit tapi pengennya kualitas tetep nomer satu biar customer puaaasssss.....




      Adonan aku sisain sedikit buat ditaruh di cupcase sebagai sample icip - icip karena lama gak makan yang namanya red velvet cake dan alhamdulillah rasanya enak banget, moist, lembut meski teksturnya padat. Jadi pengen bikin lagi mumpung ada stock cream cheese dan bit rootnya. Hemmm... Kalau pengen bikin cake ini tinggal liat aja resepnya disini. Dan buat Qori selamat ulang tahun yaaaa... Panjang umur dan selalu sehat. Aamiin...




      0

      Punya banyak persediaan putih telur di rumah membuat saya berpikir untuk menggunakannya selain sebagai bahan tambahan lauk pauk atau sayuran adalah menggunakannya menjadi sebuah camilan atau kudapan yang enak sebagai teman minum teh di sore hari. Dikarenakan sudah bosan menggunakannnya sebagai bahan tambahan pada lauk pauk, akhirnya saya buka lagi file - file simpanan untuk mencari resep yang pas untuk dibuat sebagai cake ataupun kudapan apapun. Dan pilihan tersebut jatuh pada resep chiffon cake dari pak Sahak Pribadi yang sudah lama saya simpan pada deretan file resep - resep yang belum saya coba. Setelah membaca dan mempelajarinya akhirnya dieksekusilah resep tersebut. Berikut resepnya.
      0

      Author

      authorHello, my name is Enggar Rahayu and I really love Baking n' Cooking! Follow our social media to get more info, tips and trick, etc



      Total Pageviews